Kamis, 27 Agustus 2009

LOWONGAN KERJA DI PERKEBUNAN NEW ZEALAND DAN AUSTRALIA (HATI-HATI DAN WASPADALAH)

cvwt9nxhzp
Kondisi Negara Indonesia yang masih jauh dari harapan untuk bersandar hidup (walaupun dalam kehidupan yang minimal), membuat sebagian besar rakyat kita masih menggantungkan untuk mencari nafkah dan bekerja di luar negeri, memang kalau kita bisa bekerja di luar negeri akan mendatangkan pendapatan secara finansial yang sangat besar, dan dapat menjamin masa depan keluarga dan anak istri. Tetapi sayang seribu sayang jalan dan akses menuju kesana ternyata banyak sekali halangan dan perangkap-perangkap yang merugikan pencari kerja yang jelas-jelas di negaranya sendiri Indonesia sedang sangat menderita karena sempitnya lapangan kerja yang layak, tidak jarang mereka untuk modal bekerja ke luar negeri telah menjual atau menggadaikan pekarangan, rumah, sawah dan lain-lainnya, tetapi setelah uang disetor lenyaplah sudah jalan untuk bekerja diluar negeri, karena uang tersebut telah termakan tipuan jasa pengiriman tenaga kerja yang sebagian besar fiktif, bertambahlah lagi penderitaan mereka yang sudah jelas-jelas ditanah air mereka Indonesia sedang menganggur, ditambah lagi uang modal untuk bisa merubah nasib lenyap begitu saja oleh para penipu penyedia jasa tenaga kerja ke luar negeri, demikianlah gambaran sebagian besar kemuraman rakyat Indonesia yang sampai detik ini masih saja ada.

Melihat kondisi tersebut diatas, jelas sekali kalau harus segera ada campur tangan pemerintah Indonesia agar penderitaan rakyat kita tidak berkepanjangan, tetapi yang jadi pertanyaan besar adalah sudahkah pemerintah kita serius dalam menghadapi persoalan rakyat kita?, baiklah agar kita tidak terjebak lagi dalam lowongan kerja ke luar negeri yang tidak bertanggung jawab kami akan memberikan penjelasan secara detail, khususnya lowongan kerja di sektor perkebunan, khususnya di Negara Australia dan New Zealand yang akhir-akhir ini lagi ngetrend dan konon biayanya bisa mencapai sekitar empat puluh juta rupiah, apakah benar lowongan tersebut ?

Para pembaca khususnya pencari kerja diluar negeri, sebelum anda berniat untuk mendaftarkan diri alangkah bijaknya agar menyelidiki dulu kebenaran info lowonga tersebut. Cara memastikan yang paling efektif adalah melalui internet, buka aja langsung ke websitenya kedutaan atau imigrasi Negara yang menjadi tujuan, misalnya imigrasi Australia atau imigrasi New Zealand dan lain-lain, sebagai contoh klik saja website berikut : http://www.immigration.govt.nz/

cari keterangan mengenai lowongan yang ada, dan sebagai pertimbangan ternyata setelah penulis membuka website imigrasi Negara yang bersangkutan, Negara-negara seperti Australia dan New Zealand tidak pernah menawarkan secara resmi lowongan kerja pada Indonesia, ingin tahu alasan yang sebenarnya, karena untuk bekerja disektor perkebunan pada Negara-negara Australia dan New Zealand telah dibuat kebijakan oleh pemerintah mereka mengenai Negara-negara mana saja yang boleh bekerja lewat jalur resmi di sektor perkebunan, dan setelah kami lihat daftar negaranya Indonesia tidak termasuk dalam daftar alias untuk sektor perkebunan Negara Indonesia tidak masuk prioritas untuk mengisi lowongan disektor tersebut, dan jika ada tenaga kerja Indonesia yang saat ini dapat bekerja disektor perkebunan dinegara-negara Australia dan New Zealand yakinlah mereka masuk kenegara tersebut dengan cara illegal atau tidak resmi, kebanyakan adalah pelarian dari kapal-kapal ikan yang kebetulan singgah dinegara tersebut, dan sebagian lagi masuk dengan menggunakan visa kunjungan wisata, yang jika visa kunjungan wisatanya telah habis keberadaan mereka di luar negeri menjadi illegal dan akan menjadi buronan imigrasi negara setempat .
Jika ada perusahaan pengerah tenaga kerja khususnya lowongan di sektor perkebunan di Negara New Zealand dan Australia mereka mengatakan itu job resmi, jangan dipercaya!!!, kalau ingin lebih yakin kunjungi dan galilah keterangan resmi di website imigrasi Negara Australia dan New Zealand.

Kalaupun mereka akan memberangkatkan pasti dengan menggunakan visa kunjungan wisata, yang perlu diwaspadai dalam hal ini adalah jika kita telah mengeluarkan uang puluhan juta rupiah untuk mendaftar, sedangkan tidak semua pengajuan visa kunjungan wisata akan dikabulkan, untuk negara seperti Australia dan New Zealand butuh waktu satu minggu dalam proses pengajuan visa kunjungan wisata, nah jika ternyata visa kita ditolak hilanglang uang yang telah kita setor, karena ada persyaratan uang pengajuan visa tidak akan kembali jika visa ternyata ditolak, dan jika ternyata permohonan visa kita dikabulkan akan timbul permasalahan jika kita sudah sampai di bandara negara tujuan, kita akan diinterogasi oleh petugas immigrasi bandara, yang jika jawaban kita sangat bertentangan dan mencurigakan otomatis detik itu juga langsung dideportasi ke negara Indonesia kembali, sebuah pilihan yang sama-sama pahit tentunya.

Maka dari itu jika ada pembaca yang ditawari lowongan pekerjaan disektor perkebunan negara New Zealand dan Australia jangan dipercaya, karena sampai detik ini negara yang bersangkutan tidak ada kebijakan untuk mengambil tenaga kerja dari Indonesia khususnya di sektor perkebunan, sayang sekali bukan, kita bangsa Indonesia yang mempunyai jumlah tenaga kerja yang sangat besar tapi di negara sendiri belum semuanya tertampung dengan layak, tapi kita tidak dilirik sedikitpun oleh kedua negara Australia dan New Zealand untuk diizinkan bekerja disektor perkebunan mereka, sungguh suatu ironi, dan tentunya kami berharap pada pemerintah Indonesia agar dapat melobi pemerintah Australia dan New Zealand agar merubah kebijakan memasukan Indonesia sebagai pemasok tenaga kerja di sektor perkebunan dan peternakan dinegara mereka, tolong manfaatkanlah kunjungan kerja pejabat-pejabat dan anggauta DPR ke luar negeri dengan dana dari rakyat tentunya, untuk sesuatu yang lebih condong pada kepentingan rakyat, (dan mohon maaf menurut issue diberbagai media) tidak menghabiskan waktu untuk berwisata dan shoping dipusat perbelanjaan(mudah-mudahan issue tersebut tidak benar), sehingga martabat bangsa Indonesia khususnya tenaga kerja kita di luar negeri menjadi terangkat.

Semoga Bermanfaat

Mohon Masukan dan kritiknya

21 komentar:

  1. Good & trims atas tulisan ini yang sangat membantu, From Alex

    BalasHapus
  2. lalu siapa yg membantu kita dlm mengtasi masalah ini, pemerintah atau calo tenaga kerja, atau memang kita tdk ada yg memperdulikan kita,mau mati atau hidup nggak ada yg peduli

    BalasHapus
  3. nama: heru. SAYA MAU TANYA saya sudah menaruh lamaran saya beserta paspor saya serta uang cas sebesar 5juta, tp smpai skrg sya blm juga berangkat. saya sudah 2 bulan menunggu. apakah ini penipuan atau bukan? mohon saya diberikan penjelasannya... trima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang Jelas, itu penipuan Mas, Karena sampai sekarang Pihak Negara New Zealand & Australia belum memberikan Izin Resmi untuk warga Negara Indonesia, untuk bekerja di sektor informal, seperti di perkebunan, tenaga Kasar dll, Yang sekarang bisa bekerja di New Zealand atau Australia sebagai tenaga kasar di sektor perkebunan, umumnya adalah pelarian dari Kapal ikan, dan menggunakan Visa turis, jadi boleh dikatakan ilegal.

      Hapus
  4. ada lowongan kerja di new zealand di sektor perkebunan,,,tapi jalan pemberangkatannya misi keagama'an,,,

    BalasHapus
  5. berarti itu kapusan mas adi

    BalasHapus
  6. trimakasih atas infonya.. hamper saja saya tertipu

    BalasHapus
  7. sy dah 6 bln daptar ke nz melalui slh st pt tp sampai skrg gak brgkt2, gmn yg sbnrnya?

    BalasHapus
  8. WONK DESO :
    Sebagian besar yang bekerja di Newzealand lewat permit Visa ke Philipina, Malaysia, Singapore. Yang secara resmi ada kerjasama ketenagakerjaan.
    Jika kita ingin bekerja disana memang harus melewati negara tersebut istilahnyah Workpermit Visa, sebagai sahnya kita masuk ke negara tersebut. Jika kita kekedutaan biasanya mendapat Limited purpose visa dari embassy. Bangsa indonesia belum mendapatkan kepercayaan dari negara NZ ( Salah siapa? )
    bersambung ..............

    BalasHapus
  9. pemerintah punya rencana sendiri yang nggak kelar- kelar.....sampai beberapa generasi.
    maboook, keburu membrontak...hehehe!! semangat buka peluang usaha sendiri dulu kali yee.....!! capek dech....

    BalasHapus
  10. dari pada ke new zeland mending ke kapal pesiar aza, lebih asyik kerja nya dan lebih pasti. 081325085440 fahmi. magelang jawa tengah... berbagi informasi .. dengan hanya kursus 1 bln bahasa inggris kita bisa mendapatkan sertifikat pengalaman hotel 1 th bintang 5 ternama ,, biaya 7 juta,, dan siap maju user kapal pesiar,,,

    BalasHapus
  11. Benar sekali tulisan ini, saya tinggal di Australia Barat. Hati hati seperti kata penulis. Terima kasih sudah berbagi saling mengingatkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal saudara ku sebangsa dan setanah air. sebagai salah satu orang yang berminat akan pekerjaan dan gajinya yang didapatkan sekiranya mohon informasi dan bimbingan nya supaya kita sesama Bangsa Indonesia yang juga ingin memajukan kehidupan perekonomiannya baik di dalam keluarga sendiri dan juga sesama saudara satu tanah air satu Bangsa Indonesia tidak ada salahnya Saudara dapat dengan sudi dan ikhlas nya untuk membantu kami untuk dapat mencapai apa yang hendak kami capai meski hanya bentuk tenaga dan informasi yang dapat membantu kami mewujudkan harapan kami semua saudaraku.Semoga dengan informasi ini, saudara dapat tergerak hatinya dan dpat membantu kamiu semua sehingga kasus penipuan, pembodohan,dpat dihindari,kalau saja di Indonesia kehidupan dan penghasilan nya bisa memberikan kemakmuran bagi warga nya saya yakin tidak mungkin orang kita sampai pergi keluar negeri untuk menjadi tenaga kerja / buruh,yg menurut standar upah bagi mereka sangatlah terhitung murah sedangkan bagi kita semua orang indonesia melihat penghasilan yng apabila di rupiahkan sangatlah besar,setara dengan pimpinan manajeman suatu perusahaan.tolong saudaraku,keberhasilan engkau di tanah orang hanya diketahui oleh beberapa pihak, namun apabila keberhasilan yang engkau raih engkau bagikan ke sesama Bangsa Indoesia yang benar² membutuhkan nya, saya yakin, nama engkau akan dikenang oleh setiap warga dan Bangsa
      Indonesia.Menolong apapun bentuknya saya yakin semua nya akan mendapatkan balasan nya dr Yang Kuasa, asalkan dengan ikhlas.Kami sangat mengharapkannya,semoga hati saudaruku ni dapat tergerak dan dapat membantu dengan hanya sebuah tulisan yang mungkin mewakili dari semua orang yang memiliki harapan yang sama untuk bisa bekerja di australia maupun new zealand.jika saudara memikili informasi tersebut, mohon kiranya dapat saudara bagikan kepada saudaramu ini di (082127657609)leo_Cirebon

      Hapus
  12. Wah bahaya ya kalau banyak penipuan!

    BalasHapus
  13. waduh kalo emang benar ke NZ tidak ada yang resmi dan pakai visa kunjung nanti kita pulangnya bgmn?

    BalasHapus
  14. alhamdulillah kamisdh mendaftar utk ke australia tapi belum sempat byr,kami bersyukur kpd Allah swt,membaca tulisan sdr2 disini,shgga kami bsa lbh hati2 dan waspada..tks sdrku.stp,hsn,wrt,gf.

    BalasHapus
  15. negara manapun punya aturan sama tentang kependudukan ( international regulation ) mengatur bagaimana bermigrasi . tapi menurut saya tidak salah juga kalo anda ke luar negeri untuk mencari nafkah dengan cara apapun .hanya perlu anda tahu bahwa ketika kita berfikir tentang uang yang besar maka kita akan dapat masalah yang besar. tapi ketika berbanding terbalik .anda berfikir bagaimana menyelesaikan masalah maka akan jadi duit yang besar .contoh ,anda fikirkan masalah migrasi anda.anda berfikir bagaiman anda mensiasati departement immigration and cityzen ship australia membuat aturan. ada celah untu masuk ,makanya difikir dulu baru jalan bro .atau anda konsultasikan kepada ahlinya .konsultin,atau ahli hukum immigrasi pasti gol visa anda .hanya orang yang bodoh dan sesat yang tertipu ,tidak mau membaca hanya menjadi pendengar .tidak mau menghormati aturan bangsa lain alias bar bar mau masuk kerja dinegara orang tidak punya ke ahlian .banyak menghayal .tidak paham policy. australia inggris dan persemakmamuran minta qualifikasi saja .bukan minta duit .pelajari detail nya www.diac nanti saya kasih no konsulting di australia .jangan kerja kebun ,masih ada hospitality ,restaurant ,it,dll. hanya dengan ijasah sma cukup ,asal mau di upgrade. yang bodoh jangan pengen ke australia .macul.ternak ayam.nanam timun dindonesia jg mulia .ini no saya bimo 085208386111 ,

    BalasHapus
  16. Australia & New Zealand itu negara Rasis. Peraturan ketat dibuat supaya orang non kulit putih susah masuk. Indonesia yang mayoritas muslim tentu saja nggak masuk dafatar. kalau masuk, dan jutaan pekerja indonesia & muslim tumplek bleg disana, pasti bikin mimpi buruk bagi orang kulit putih Australia dan New Zealand.
    Orang2 Austalia Rasis dan pas Orang2 Indonesia juga bodoh. Karena Jutaan dollar ditangguk australia, dari hasil produk2 industrinya tingkat tinggi hingga daging sapi yang di export ke indonesia, tapi tidak memperkenankan (dengan segudang peraturan berbelit-belit) sehingga orang indonesia susah kesana (tidak diinginkan)
    Yang bodoh pejabat-pejabat kita tidak ada yang peduli. Malah sibuk membantu australia, dengan menangkapi para imigrasan/pengungsi dari asia selatan dan timur tengah yang mau masuk ke Australia. Mestinya kita biarkan saja. Mungkin para pejabat kita dapat duwit banyak dari Australia.

    BalasHapus
  17. wah..wah,dari pada pusing2 mikirin kerja perkebunan di aussie dan new zealand.yang prosesnya ribet dn mahal,apalagi nasib lgi sial ketipu agent mending kerja perkebunan karet aj,di malysia.sya majak sendiri di kebun karet malaysia penghasilan sya RM 4000/bln, k lo di rupiahkan 12 jt lbih/bln

    BalasHapus
  18. pemerintahan indonesia sangat bodohhhhh
    knpa orang asing sangat mudh msuk k negri indonesia apa karna uang dolarrr
    dasar mata duitan
    knpa kita orang indonesia sangat sulit mencari pekerjaan k laur negrii
    By : dapit di aceh

    BalasHapus
  19. ke new zeland ada,tp harus puxa sponsor yg bisa menarik anda,,lht keterangan tki mandiri di web bnp2tki,,sy jg msh mencari sponsor aagr bs masuk ke sana,,kalau ada yg bisa mhn share 085649069005

    BalasHapus

Janganlah kita terlalu pelit dalam berbagi informasi